14th Yogyakarta Gamelan Festival 2009
(Update: July 13, 2009, 06:42 pm)
| Thursday, July 16, 2009 | ||
| CONCERT | 08:00 PM – 11:00 PM | |
| Yayasan Pamulangan Beksa Saminta Mardawa | Yogyakarta | Concert Hall, |
| Agus Bing & Prabumi Ethnic Jazz Band | Solo | Taman Budaya Yogyakarta |
| Kutiplak Ndang Tak | Yogyakarta | |
| KPH9 | USA & Yogyakarta | |
| Stupa Ethnic Contemporer |
Yogyakarta | |
| Collaboration | All | |
| EXHIBITION | 10:00 AM – 11:00 PM | |
| Tribute to Sapto Raharjo | Yogyakarta | Workshop Area, |
| Taman Budaya Yogyakarta | ||
| Friday, July 17, 2009 | ||
| CONCERT | 08:00 PM – 11:00 PM | |
| Gita Rarya | Yogyakarta | Concert Hall, |
| Kito Siopo? | Japan, UK & Yogyakarta | Taman Budaya Yogyakarta |
| Alex Grillo & Friends | France & Yogyakarta | |
| Singgayan | Tolitoli, Central Sulawesi | |
| Collaboration | All | |
| TALKSHOW | 03:00 PM – 05:00 PM | |
| Cultural Dialogue | Amphitheatre, | |
| Taman Budaya Yogyakarta | ||
| EXHIBITION | 10:00 AM – 11:00 PM | |
| Tribute to Sapto Raharjo | Workshop Area, | |
| Taman Budaya Yogyakarta | ||
| Saturday, July 18, 2009 | ||
| CONCERT | 08:00 PM – 11:00 PM | |
| Youngsters Gamelan 16 | Yogyakarta | Concert Hall, |
| Rene Lysloff & No.E Sunflowrfish |
USA | Taman Budaya Yogyakarta |
| Kabud Hitam | Pamekasan, Madura | |
| Collaboration | All | |
| WORKSHOP | 01:00 PM – 04:00 PM | |
| Gamelan Nowadays | Auditorium of Lembaga | |
| Indonesia Perancis | ||
| EXHIBITION | 10:00 AM – 11:00 PM | |
| Tribute to Sapto Raharjo | Workshop Area, | |
| Taman Budaya Yogyakarta | ||
Yogyakarta Gamelan Festival akan digelar untuk ke 14 kalinya pada 16-18 Juli 2009 bertempat di Taman Budaya Yogyakarta, Jalan Sriwedani no 1 Yogyakarta. Rangkaian acara event tahunan kebangaan masyarakat Yogya ini diantaranya konser, pameran, talkshow, dll.
Festival tahun ini dipersembahkan untuk mengenang Sapto Raharjo (Tribute to Sapto Raharjo), seorang seniman gamelan kontemporer yang juga penggagas festival ini.

Satu lagi event terbaru yang ditelurkan oleh Komunitas Gayam16. Event bertajukkan Gamelan Gaul ini merupakan festival gamelan yang dikhususkan bagi anak muda. Dengan mengusung tema Gamelan Festival for Youngsters, event ini amatlah sayang untuk dilewatkan. Karena tidak hanya konser gamelan namun juga akan ada penampilan-penampilan lain yang sesuai dengan stlye anak muda, seperti Modern Dance dengan puluhan dancer yang terlibat dalam battle. Konsernya sendiri akan diisi oleh penampilan dari grup-grup karawitan sekolah-sekolah di seluruh Indonesia dan juga dari luar Indonesia seperti Malaysia dan Singapura.
So, tidak ada alasan untuk tidak datang pada event gaul ini…kapan dan dimana? Harap dicatat baik-baik
22-23 Oktober 2008
@ Plasa Monumen Serangan Oemoem 1 Maret
starts at 7 PM
<!–[if !mso]> <! st1\:*{behavior:url(#ieooui) } –>
Ngantuk dan capek. Itu jelas dirasakan anak2 gayam 16 ketika ikut terlibat dalam kemeriahan Pawai Budaya Nusantara yang mengusung judul “SATA WARSA AMBUKA BUDAYA”.
Banyak suka duka yang terjadi selama proses persiapan di Jakarta maupun sebelumnya di Jogja. Pontang panting, survei sana, survei sini, dan begadang sampai larut malam sudah menjadi hal yang biasa. Dari proses desain, ide dan kreativitas masing2 divisipun diuji. Tentu saja dengan sudah menyesuaikan dengan tema yang di usung.
Pasukan berkuda Polri mengawali jalannya pawai,kemudian diikuti dengan Drum Band Taruna Akademi TNI. Dibelakangnya, mengantar para peserta dari 33 provinsi adalah tiga buah gunungan dengan diiringi sekitar 120 penari. Gunungan yang pertama adalah Gununungan Bunga yang melambangkan masa keemasan jaman Majapahit. Dibelakangnya adalah Gunungan Buah yang melambangkan masa 1908 s/d 1945, dan gunungan ke tiga adalah Gunungan Sayur yang melambangkan masa setelah kemerdekaan.
Setelah diawali dengan masuknya tiga gunungan, dibelakangnya adalah barisan kontingen dari 33 provinsi, yang diawali dengan provinsi Bali, Bangka Belitung, Banten ,dst. Iring-iringan pawai di tutup dengan Gunungan kaca yang diiringi oleh sekitar 52 penari modern dance, dan 40 skater & roller.
Proses panjang menyertai Kemegahan kempat Gunungan. Bagai cerita Roro Jonggrang dan seribu candi, keempat gunungan terutama Gunungan Bunga, Buah dan Gunungan Sayur juga di selesaikan dalam satu malam menjelang hari H.
Team pawai yang bertanggungjawab menyelesaikan Gunungan tersebut sampai2 memaksakan diri untuk tetap kuat melek sampai pagi. Salut juga untuk cewe2 gayam 16 yang tangguh. Makasih untuk divisi Logistik yang selalu menjaga kebutuhan makan dan juga obat2an pendukung agar kami semua tetap kuat dan tidak “ambruk”. Meskipun begitu, karena memang beratnya pekerjaan, tetep saja ada beberapa orang yang jatuh sakit.
Semoga pengalaman ini menjadikan kami tetap kuat menghadapi segala yang menghadang di depan sana. Walaupun banyak kekurangan di sana-sini, namun semua terbayar dengan Kelancaran dan kemeriahan Pawai Budaya Nusantara.
Terima kasih buat semua divisi yang terlibat. Divisi Pawai yang telah membangun keempat gunungan dengan tepat waktu, Kostum yang telah memberi warna pada setiap gunungan, Tari yang telah memberikan persembahan tari yang istimewa, Make Up yang telah membuat kami menjadi cantik dan ganteng.
Beberapa orang duduk melingkar. Bersila dengan penuh konsentrasi. Bukan untuk bermeditasi ataupun sedang merapatkan sesuatu yang serius, tapi sedang menikmati makan malam di sela hari yang melelahkan di satu ruangan teduh di jl.gayam no. 16. Ada sepiring tempe mendoan yang dipesan dari Aa’ delivery service. Ada juga semangkuk mie rebus yang sekarang telah menjadi makanan pokok warga gayam 16. Beberapa muka kusut yang kelelahan tampak merebahkan diri berbantalkan jaket coklat sambil memegang ponsel, memohon-mohon pada sang penyiar Hot Request GERONIMO untuk diputarkan lagunya Tompi.
….
(prosesi makan)
….
(si poet lagi otak-atik facebook)
….
Di sudut lain di dua buah meja kotak yang digabungkan, dua manusia sedang sibuk memutilasi selembar mika biru yang mahalnya minta ampun(hati-hati mas, ngga ada dana tambahan lho…). Bergeser sedikit ke timur, beralaskan lantai putih, si arsitek berkulit putih juga (sabunnya Shinzui), sedang berkonsentrasi membentuk model kecil2 untuk membangun piramida kaca gunungan kaca.
Aku menoleh ke kiri, memeriksa waktu yang sudah menunjukkan jam 01.20 wib. Tapi tampaknya pekerjaan yang melelahkan dan suara berisik di ruangan ini belum ada tanda2 untuk usai. Sudah menyipit mata ini memandangi layar laptop yang bersinar bagai cahaya pagi hari. Sepertinya laporan pandangan mata dari kegiatan menjelang hari2 keberangkatan ke Jakarta harus berakhir di sini.
SEMANGAT…..SEMANGAT….
TERUSKAN PERJUANGANMU TEMAN2…..!!! JANGAN CEPAT MENYERAH YAAAA…….!!!!